Perjalanan yang sangat bermakna ini bermulai dari sebuah kesalahan pribadiku yang agak ngaret.

Hari itu hari minggu, hari dimana hampir semua ekskul dan organisasi di SMAN 1 Bogor mengadakan kumpul perdana bagi ekskul mereka masing masing. Saat itu aku yang baru saja menjadi anggota keluarga SMAN 1 Bogor berniat untuk memilih mengikuti 2 buah semiorganisasi yang bernama KIR dan eASY. Jam 7.30, itu adalah waktu yang ditentukan untuk seluruh calon anggota KIR dan eASY untuk berkumpul di sekolah. Namun, aku datang terlambat dan baru sampai di sekolah pukul 08.05. Aku melihat ke depan altar sekolah ku, aku melihat bahwa eASY berkumpul disana. Saat aku hendak berjalan ke sana, aku tersentak dan melihat ke arah kanan gerbang, ada kumpul KIR disana. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut kumpul KIR terlebih dahulu, dan kesalahan ngaret ini telah berhasil mengubah seluruh masa SMA ku.

Saat aku baru duduk karena datang telat, datang seseorang yang duduk tepat di sebelahku, dia memperkenalkan namanya, Adiguna Bahari. Di kumpul tersebut, aku juga bertemu dengan seorang teman SMPku yang bernama Riza Herzego Nida Fathan. Setelah simulasi divisi KIR selesai, kami diwawancara untuk penempatan di divisi-divisi di KIR. Setelah itu, kami seluruh CPK KIR kelas X dan XI membuat ID yang menurutku merupakan ID terindah yang pernah ada di SMANSA. haha

Hari demi hari terus berjalan, hingga suatu hari, aku tidak ingat pasti hari apa itu, KIR mengadakan kumpul siang. Saat aku masuk, telah banyak orang yang ada disana. Aku meminta maaf karena datang terlambat, dan saat aku ingin duduk, aku diminta untuk tetap didepan, bersama kedua orang temanku yang bernama Isnain ‘Aliman dan Vismaia. A Arry, seorang ketua KIR 07-08 menanyakan kepada kami bertiga, apa kesalahan kami, dan aku yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam. Ruangan itu penuh dengan detak jantungku yang aku sendiri belum mengetahui mengapa aku bersalah. Sampai akhirnya, A Arry mengatakan bahwa kami dipercayai untuk menjadi CKD (Calon Koordinator Divisi). Jujur, tidak ada sedikitpun rasa senang dihatiku, karena aku sama sekali belum faham dengan struktur keorganisasian KIR.

Fase CKD aku jalani dengan penuh keikhlasan, di fase CKD ini pula, diangkat seorang Korban, dia Adiguna Bahari. Hingga suatu hari, hari Jum’at. Kami CKD diminta untuk datang ke sebuah ruangan untuk diwawancara. Satu-persatu dari kami masuk, namun saat aku hendak memasuki ruangan itu, seseorang mengatakan bahwa aku mendapat giliran terakhir, padahal semua CKD masuk secara bergantian dengan tidak ada urutan. Tiba saatnya aku dipanggil, didalam, seluruh panitia kelas 12 mengelilingi mejaku, aku juga bingung dengan perbedaan ini, karena sebelumnya panitia kelas 12 dibagi menjadi 3 team, dan tiap team mewawancara 1 orang CKD. Saat itu, aku masih ingat, ada 16 orang kelas 12 yang mewawancaraku. Ada satu pertanyaan yang membuatku menjadi seperti sekarang, “Agung mau jadi DH gak?” dengan polos dan tegasnya, aku menjawab “Enggak”. Mereka menanyakan alasanku, dan aku hanya menjawab dengan alasan yang sangat simple, “Maaf A, Teh, saya belum tahu KIR lebih dalam, saya berfikir untuk memulai semuanya dari awal dulu” mereka menanyakannya lagi, “Tapi kalau dijadiin mau?” tapi aku tetap menjawab tidak, hingga untuk yang ketiga kalinya, baru aku menjawab “Kalau saya dapat kepercayaan, saya siap mengemban amanah.” Satu kalimat yang merubah segalanya.

GRADIEN 2008

Saat itu aku satu team dengan Kharizma Rindu dan Ni Putu Dita. Malamnya ada ORBIT, Observasi Benda Langit, acara yang sangat menakjubkan, ini adalah awal mula karirku di bidang astronomi. Jam 05.00, kami semua diminta untuk naik ke Aula SMANSA. Renungan, itu yang kami lakukan disana. Tentang kehidupan 2 batang pohon yang sangat berbeda. Yang satu hidup dengan penuh keistimewaan karena dimanaja oleh ibunya, dan yang satu lagi, hidup dengan penuh rintangan dan cobaan. Namun ternyata, pohon yang kedua dapat tumbuh menjadi pohon yang sangat besar dan subur, itu semua berkat pengalaman yang ia dapatkan. Berbeda dengan pohon yang pertama yang akhirnya mati karena tidak pernah hidup mandiri. Renungan selesai, kami diminta untuk membuka mata kami, aku melihat sebuah pohon kecil didepanku, setelah itu akupun melirik sekitarku, daun, itu yang dipegang orang-orang disekitarku. A Arry mengatakan”Yang mendapatkan pohon maju kedepan”. Dengan penuh keraguan aku maju kedepan, ditemani oleh 6 orang pemegang pohon lainnya. Mereka adalah A RJ, A Haris, Teh Lulu, Teh Aliya, Adhi, Teh Bibah dan Aku. Pohon keceriaan, itu nama yang diberikan untuk pohonku. Ternyata, kami yang diminta maju adalah K3 (Kandidat Ketua KIR).

Kumpul Pagi terus kami lakukan, dan akhirnya bermuara di MUSANG (Musyawarah Anggota). Sehari setelah MUSANG, diumumkan bahwa aku menjadi Bendahara 2 KIR SMAN 1 Bogor. Hari demi hari aku lewati, Adiguna Bahari, Angga Suryadharma, dan Riza Herzego, mereka adalah teman sepermainanku saat aku kelas X. Hahaha :D

Perjalan ku tahap ini berakhir seiring kenaikan kami beranjak naik ke kelas XI. HUT KIR, Daur Ulang, SSP, The Green. Sangat banyak pengalaman yang ku dapatkan di KIR Lampu Pijar.

Sekarang, aku berada ditengah-tengah keluargaku yang bernama KIR GALAKSI. Amell, seorang sahabat yang paling tahu seluk belukku dari SMP, begitu pula dengan Riza, orang yang cukup aneh, tapi sangat bijak dalam mengambil keputusan, tidak jarang kami bertengkar karena perbedaan pendapat antara aku dan dia, Amei, cewek gokil yang kalau udah ngomong susaaaaahh banget berenti, belum lagi dengan tawanya yang sangat khas, Chacha, cewek  yang sangat labil dan moody, tapi dia sangat bertanggung jawab, multitalenta dan penuh ‘daya tarik’, Veto, mungkin dia yang paling polos diantara kami, dan Digun, maaf atas kenegative thinkingan dan semua perbuatan yang tidak berkenan di hati anda. haha :D

KIR 2009-2010, Keluarga yang memberikanku sangat banyak pelajaran. Kekeluargaan, Persahabatan, Ego, Tanggung Jawab, Berkorban, dan Peduli :D

Untuk kelas X, selamat datang di KIR. Insya Allah, KIR akan menjadi keluarga kalian setahun kedepan!! Fire Fire Fire !! Kiritiw.. Kiritiw.. Kiritiw Big Ben !! Haha xD

Makasih Galaksi, kini saatnya Big Ben yang akan memulai lembaran baru. Kevin, Chacha, Awan, Veto, Yugin, Dhila, Melati, Azza, Rahmah, Mirzha, Dwityo, Dila Eryananda, Wawi, Irsyad, dan seluruh anggota galaksi lainnya yang gak mungkin disebutin satu-satu.. Jaga KIR Baik baik :)

beratus hari, kita bersama

tinta sejuta warna, yang tergoreskan diatas sejuta cerita

seribu satu kisah terlampaui, ceria, asmara, hingga… nestapa

sang angin sepoi, salam boa angin hitam

digantungan jemuran, masih saja basah

nyala api yang tadinya menyeringai

baru saja jinak, dipadamkan rintik-rintik hujan

kenangan dulu, tentang seribu kisah

seperti mudah dahulu yang gagah

seperti jelita.. dengan manisnya pesona

seperti paduan cinta dan asmara

galaksi kita malam ini… jadi saksi

mungkin pergimu adalah isyarat

bahwa perpisahan itu adalah sebuah kepastian

namun ingatlah, akhir cerita kali ini..

bukanlah yang terakhir untuk kita..

bisa, bersama :)